Nuansa Retro Pop Single Terbaru Marcello Tahitoe Bertajuk ‘Setunggal’

Marcello Tahitoe Setunggal

Jika di album sebelumnya Marcello Tahitoe ingin membawa vibe hard rock klasik era kejayaan Zeppelin dan semacamnya, kini ia ingin melakukan langkah berani dengan single baru dengan nuansa pop retro bertajuk ‘Setunggal’. Single terbaru yang baru dirilis ini, bukan hanya sekadar sebuah lagu yang dirilis secara tunggal saja, melainkan sekaligus perkenalan dari album terbarunya yang mengusung nama ‘Ombak Melankolia’. 

Langkah beraninya Ello ini, juga tak setengah-setengah. Dalam penggarapan single ‘Setunggal’-nya ini, Ello menggandeng produser yang juga dikenal sebagai gitaris dari Morfem, Farrt, dan Zzuf, yakni Pandu Fuzztoni. Bagi yang mengikuti kiprah Pandu, selain menjadi gitaris dari dua band rock alternatif, Pandu juga membantu memproduseri beberapa artis. Di samping itu, seperti namanya, Pandu juga dikenal sebagai gitaris yang kerap menggunakan efek fuzz alih-alih distorsi atau overdrive. Beberapa hasil garapannya juga menandakan betapa distingtifnya karya Pandu. Sound kasar ala Weezer, Fu Manchu, dan beberapa gitaris dengan sound serupa menandakan ciri khas Pandu Fuzztoni. 

Menariknya, di single terbaru ini, tak hanya Ello saja yang mengambil langkah berani, Pandu sebagai produser pun juga ikut bereksperimen di sini. Tak ada lagi raungan tone fuzz di sini, Ello juga seakan-akan ingin pergi sejenak dari identitas baru yang ia bangun dari tiga album terakhir yang menunjukkan sisi liar rock n roll-nya. Di album ini, Ello ingin menurunkan tensinya dari ketiga album terakhirnya tersebut – Jalur Alternatif, Antistatis, dan 99. 

Kolaborasi antara Ello dan Pandu di single ‘Setunggal’ ternyata mampu menunjukkan keduanya bisa meluruhkan keliaran mereka sejenak. Dalam single ini pun Ello bisa menunjukkan bahwa ia adalah penyanyi yang versatile

Berangkat ke tema lirik, ‘Setunggal’ sendiri diambil dari bahasa Jawa kuno yang bermakna ‘satu’. Lalu, dari penulisan lirik yang ditulis Ello nampak sangat apik dirangkai oleh Ello. Banyak diksi-diksi yang cukup berani di sini seperti kata mematung atau ketika menggambarkan situasi menunggu dalam waktu lama dan tak bergerak ke mana-mana.

Single ala retro pop berjudul Setunggal ini sudah bisa dinikmati di sore hari ketika bersantai di beberapa platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.